Penerapan Nilai Kebudiluhuran di Media Sosial pada Era Digital
Pada era digital saat ini yang mana hampir semua kalangan masyarakat menggunakan internet dan media sosial sebagai alat komunikasi. Banyak platform yang menyediakan aplikasi sebagai media interaksi, mulai dari chatting, video call, voice call, berbagi video hasil kreativitas dan inovasi sebagai wadah mengekspresikan diri atau yang sering kita sebut dengan konten. kita semua dengan bebas menuangkan ide, informasi dan dibagikan dengan semua orang.
Ada yang merasa terbantu dan terhibur dengan konten yang telah kita buat dan menghasilkan banyak viewers serta like.
Namun terkadang seseorang lupa akan privasinya karena sudah terbiasa berbagai semuanya untuk dijadikan konten, yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat umum demi mendapatkan viewers dan like ataupun viral. Sehingga sering kali mengundang sentimen dari masyarakat, dari yang memang senang melihatnya saja hingga memberikan komentar negatif yang berujung kalimat hujatan. Padahal seharusnya kita dapat memilah konten mana yang baik untuk dibagikan ataupun yang ingin kita lihat.
Pentingnya penerapan kebudiluhuran dalam kehidupan bersosial, kebudiluhuran dalam kehidupan bersosial adalah penerapan nilai-nilai luhur atau moral yang telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat dalam interaksi sosial sehari-hari. Nilai-nilai ini mencakup berbagai aspek yang mendukung terciptanya hubungan sosial yang harmonis, beretika, dan penuh rasa saling menghargai.
Kebudiluhuran yang bisa kita terapkan dalam berinteraksi sosial di media sosial :
1. Sopan Santun Digital
Mengutip dari buku indikator dan pengukuran cerdas berbudi luhur, sopan satun adalah perkataan, sikap, perbuatan atau tingkah laku yang baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab sesuai dengan tata karma atau adat istiadat setempat. Bertutur kata yang baik merupakan salah satu ciri orang berbudi luhur.
Hal diatas dapat dilakukan dengan kita selalu menggunakan bahasa yang baik dan santun dalam berkomunikasi secara online, seperti komentar di media sosial, atau forum diskusi. Selalu ingat saat kita bertindak di media sosial akan selalu ada rekam jejaknya.
2. Rasa Hormat Terhadap Privasi
Menghormati privasi orang lain dengan tidak menyebarkan informasi pribadi tanpa izin, termasuk foto, video, atau detail kontak.
3. Tanggung Jawab dalam Berbagi Informasi
Menurut buku indikator dan pengukuran cerdas berbudi luhur, bertanggung jawab artinya kesadaran manusia atas tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran dan kewajiban. Bertanggung jawab terhadap pikiran, ucapan, sikap dan tindakan yang dilakukan diri sendiri dan terhadap sesama ciptaan tuhan.
Salah satu yang dapat kita lakukan pada era digital saat ini yakni dengan memastikan bahwa informasi yang dibagikan di dunia maya adalah benar dan tidak menyesatkan, untuk mencegah penyebaran berita palsu (hoax). Memberikan kredit atau atribusi yang tepat kepada sumber asli ketika membagikan karya orang lain, seperti tulisan, gambar, atau video.
4. Etika dalam Komunikasi Publik
Menghargai pendapat orang lain, bahkan jika berbeda pandangan, dan tidak menyerang secara pribadi dalam debat atau diskusi online. Menggunakan platform digital dengan bertanggung jawab, seperti tidak menyebarkan konten yang merusak atau negatif.
5. Kesederhanaan dan Rendah Hati dalam Penampilan Online
Rendah hati merupakan salah satu indikator cerdas berbudi luhur yaitu dengan tidak memamerkan kekayaan atau status secara berlebihan di media sosial, dan menjaga kesederhanaan dalam berbagi konten. Bersikap rendah hati, mengakui kesalahan jika terjadi, dan siap belajar dari pengalaman orang lain.
Dengan menerapkan nilai-nilai kebudiluhuran dalam bersosial di era digital, kita dapat membantu menciptakan lingkungan online yang lebih positif, aman, dan saling mendukung. Hal ini juga penting untuk membangun reputasi pribadi dan menjaga hubungan yang harmonis di dunia maya.





Komentar
Posting Komentar